Terasbelian.Com PENITI-SEKADAU-Hari ini, Rabu,12/8/2026, bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah. Warga RT 1,RW 1,Dusun Peniti, Desa Peniti, kecamatan Sekadau Hilir,kabupaten sekadau, kalbar meneruskan tradisi budaya Robo-robo pada tiap tahunnya. Robo-robo adalah upacara tolak bala oleh masyarakat Desa Peniti yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar, Hijriah.
Robo-robo merupakan aset budaya kalimantan Barat dan menjadi salah satu Warisan Budaya Indonesia termasuk Desa Peniti , Warisan ini ditetapkan pada tanggal 27 Oktober 2016 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Pada awalnya acara ini digelar untuk menyambut Opu Daeng Menambon dari Kerajaan Matan (Tanjungpura) di Kabupaten Kayong Utara ke Kerajaan Mempawah yang dahulu bernama Panembahan Senggaok di Kabupaten Pontianak pada tahun 1737 M atau 1448 H. Opu Daeng Menambon adalah keturunan Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan. Opu Daeng Menambon datang ke Mempawah untuk menyebarkan agama Islam. Selain menyebarkan agama Islam, Opu Daeng Menambon juga meneruskan tahta kerajaan Panembahan Senggaok yang pada saat itu dirangkap oleh sultan di Kerajaan Matan Tanjunpura.
Terharu karena melihat sambutan rakyat Mempawah yang cukup meriah, Opu Daeng Manambon pun memberikan bekal makanannya kepada warga yang berada di pinggir sungai untuk dapat dinikmati mereka juga. Karena saat kedatangannya bertepatan dengan hari Minggu terakhir bulan Syafar, lantas rombongan tersebut menyempatkan diri turun di Kuala Mempawah. Selanjutnya Opu Daeng Manambon berdoa bersama dengan warga yang menyambutnya, mohon keselamatan kepada Allah agar dijauhkan dari bala dan petaka. Usai melakukan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Prosesi itulah yang kemudian dijadikan sebagai awal digelarnya hari Robo-robo,yang setiap tahun rutin dilakukan warga dengan melakukan makan di luar rumah bersama sanak saudara dan tetangga.
Bagi masyarakat Desa Peniti Besar makan bersama seperti ini mempererat persaudaraan antar sesama warga, dengan makan bersama warga saling berbagi satu dengan yang lain tanpa memandang status sosial.(BBG)
