Terasbelian.Com Kubu Raya-Pesantren Labbaik Indonesia di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, membantah adanya dugaan kekerasan terhadap salah satu santrinya. Pihak pesantren menyebutkan bahwa santri bernama Irfan Zaki Azizi asal Kayong Utara awalnya hanya mengeluhkan sakit pada bagian mata.
Kepala Asrama pesantren, Ustaz Muhammad Aziz Shofiuddin, menjelaskan kronologi kondisi Azizi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Ia mengatakan, keluhan tersebut sudah dirasakan Azizi sejak 9 Maret 2026. Saat itu, Azizi sempat berbincang dengan teman sekelasnya dan meminta obat karena mengaku mengalami sakit mata.
“Pada 9 Maret, Azizi sempat berbicara dengan temannya dan meminta obat untuk sakit mata,” ujar Aziz kepada detikKalimantan, Kamis (12/3/2026).
Keluhan serupa kembali disampaikan Azizi pada dini hari, 10 Maret 2026. Ketika bangun untuk berwudhu sebelum melaksanakan salat tahajud, ia mengatakan kepada temannya bahwa tubuhnya terasa kurang enak dan matanya masih sakit.
“Dia sempat berkata kepada temannya, ‘Kenapa badan ana tidak enak dan mata ana juga sakit,’” kata Aziz.
Meski merasakan keluhan tersebut, Azizi tetap menjalani aktivitas pesantren seperti biasa. Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, ia mengikuti kegiatan SBQ atau setoran bacaan Al-Qur’an.
Setelah itu, Azizi beristirahat sebelum kembali mengikuti kegiatan pada siang hari. Sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, ia bahkan masih bertugas sebagai pembawa acara dalam kegiatan sertifikasi hafalan.
Menjelang waktu salat Asar, Azizi sempat meminta cermin kepada temannya untuk melihat kondisi matanya. Pada sore harinya, salah satu temannya melihat Azizi menggunakan salep obat mata dan sempat mengingatkan agar tidak menggunakannya terlalu banyak.
“Temannya sempat mengingatkan agar tidak terlalu banyak memakai salep mata, tetapi Azizi menjawab bahwa memang itu obat yang harus digunakan,” jelas Aziz.
Tak lama kemudian, sekitar satu hingga dua menit setelahnya, Azizi tiba-tiba mengeluarkan cairan dari hidungnya. Ia sempat mengatakan kepada temannya bahwa hal tersebut kemungkinan merupakan efek dari obat yang digunakan.
“Dia sempat mengatakan, ‘kan berefek obatnya,’” ujarnya.
Pada malam hari, Azizi masih mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an di masjid yang berada di lingkungan pesantren. Namun saat kegiatan berlangsung, beberapa temannya mulai melihat mata Azizi tampak membengkak.
Setelah kegiatan selesai, Azizi kembali menggunakan salep mata, kemudian mengganti pakaian dan langsung beristirahat di tempat tidur dengan berselimut.
Sekitar pukul 23.00 WIB, kondisi Azizi dilaporkan semakin memburuk. Ia mengalami menggigil dan kemudian dibawa ke Unit Kesehatan Santri (UKS) untuk mendapatkan penanganan dari musyrif kesehatan.
Sumber: DetikKalimantan
