Dikira Rudal Iran, Benda Yang Melintas Dilangit Lampung Ternyata Sampah Roket China

Editor: Admin

 


Terasbelian.Com Lampung -warga di sepanjang pesisir utara Jawa hingga Lampung dikejutkan oleh fenomena benda langit misterius yang melintas pada Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Objek yang mengeluarkan pijar api panjang dan suara dentuman keras tersebut sempat memicu kepanikan massal karena diduga sebagai serangan rudal.


Dikutip dari akun Instagram fakta.indo dan fakta.jakarta, Sabtu (4/4/2026) warga di pesisir laut utara, mulai dari Karawang, Kepulauan Seribu, Banten, hingga Lampung, merekam momen benda langit yang melesat dan jatuh tersebut.


Warganet pun ramai berspekulasi tentang asal-usul benda tersebut. Beberapa meyakini bahwa itu adalah meteor, puing roket, atau bahkan rudal hipersonik. Fenomena ini bermula saat sebuah titik cahaya terang terlihat melesat di langit Karawang, Kepulauan Seribu, dan Banten, sebelum akhirnya tampak sangat jelas di wilayah Lampung Timur, Kota Metro, dan Lampung Selatan.


Setiawan (35), warga Desa Negeri Tua, Lampung Timur, menceritakan suasana mencekam saat benda itu melintas tepat di atas rumahnya. "Awalnya kaget karena ada suara dentuman. Setelah saya keluar rumah, saya makin kaget melihat ada benda langit itu. Kami sempat takut itu rudal salah sasaran," ungkapnya.


Hal senada disampaikan Rudi (40), warga Sukadana. Ia melihat sinar api panjang tersebut saat dalam perjalanan menuju pasar. "Kalau kembang api tidak mungkin setinggi itu," ujarnya memastikan bahwa objek tersebut bukan sekadar petasan atau kembang api biasa.


Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memberikan penjelasan resmi terkait fenomena benda langit bercahaya yang melintas di wilayah Lampung dan sekitarnya pada Sabtu (4/4/2026) malam. Berdasarkan analisis tim Sains Atmosfer dan Keplanetan serta Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), objek tersebut dipastikan merupakan sampah antariksa.


"Interpretasi awal para dosen Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta staf OAIL, kemungkinan besar objek ini adalah sisa roket China, CZ-3B R/B (rocket body)," tulis akun resmi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA melalui Instagram, Ahad (5/4/2026).


Pihak ITERA menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi akibat proses re-entry atau masuknya kembali benda buatan manusia ke atmosfer Bumi. Karakteristik visual yang terekam, seperti pergerakan yang relatif lambat dan objek yang tampak terfragmentasi (pecah), menjadi indikator kuat bahwa benda tersebut bukanlah meteor.


Saat memasuki atmosfer, gesekan tinggi menyebabkan objek tersebut terbakar hingga memancarkan cahaya oranye kemerahan dan mengeluarkan suara dentuman yang sempat membuat warga panik.(Red) 



Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com